Pelayanan di Terminal Container Tanjung Priok

Pelayanan di Terminal Container Tanjung Priok Jakarta masih terus ditinggkatkan. Dwelling time masih terus di perbaiki agar container tidak lama menumpuk di terminal. Karena hal ini sangat merugikan pebisnis baik dari segi materi maupun waktu.

Hal ini memang sangat diperhatikan oleh Pemerintah, terutama pemerintahan Presiden Jokowi. Presiden Jokowi telah beberapa kali sidak ke Tanjung Priok untuk memeriksa pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok.Pelayanan di Terminal Container Tanjung Priok
Foto: jict.co.id

Pelayanan di Terminal Container Tanjung Priok Jakarta

Mengenai pelayanan administrasi. Hal ini sudah sering dibahas di TV Nasional. Bahwa pungutan liar masih sering ditemukan. Bahkan menurun para informasi petugas lapangan. Harus ada uang masuk padak petugas bea cukai dan petugas lainnya agar urusan mereka cepat dikerjakan.

Isu seperti diatas memang sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Harus ada semacam “Uang Pelicin”. Kalau tidak ada maka urusan kita tidak akan di urus oleh petugas. Di kerjakan tapi bisa sangat lama dari waktu normal.

Masalah Pelayanan di Terminal Container Tanjung Priok memang sudah menjadi keluhan para pengusaha. Banyaknya uang yang harus mereka keluarkan. Dan akibatnya adalah konsumen atau masyarakatlah yang rugi. Para pengusaha tentu saja tidak akan mau rugi.

Mudah-mudahan Pelayanan di Terminal Container Tanjung Priok semakin membaik. Agar harga barang dapat ditekan. Sehinggga masyarakat mampu membeli barang. Sehingga perekonomian dapat berjalan dengan baik. Terutama masyarakat yang ada di kawasan Indonesia timur.

Dengan adanya niat baik pemerintah untuk membersihkan pungli atau pungutan liar. Maka Pelayanan di Terminal Container Tanjung Priok semakin cepat. Dan hal ini akan berimbas pada laju perekonomian Indonesia. Seperti penjualan container bekas. Saat ini banyak Container dijual Di Jakarta karena laju perekonomian yang melambat. Jumlah export import menurun drastis.

Maka pemerintah harus berusaha menggalakkan laju perekonomian Indonesia. Container bekas 40 Feet dan 20 feet saat ini banyak menumpuk di depo. Karena jumlah perdangangan yang menurun drastis. Mudah-mudahan perekonomian Indonesia pada tahun 2017 dapat meningkat dengan pesat. Seiring membaiknya perekonomian dunia.